Amerta dalam Rinai
Karya: Nirvana Alfa HasanahRinai turun seperti biasa
mengetuk daun yang membuka telapak
lalu singgah di jendela
yang memilih menguncikan dirinya
Tak sekali pun ia bertanya
mengapa ada yang menanti wanginya
sementara yang lain menganggapnya gangguan
ia hanya menyelesaikan takdirnya sebagai air
Diam diam akar meminum ketulusannya
tanah mengembuskan aroma yang lama terkubur
dan benih yang nyaris menyerah
kembali menghafal arti tumbuh
Barangkali kehidupan memang menyerupai hujan
yang paling banyak memberi
justru paling sedikit meminta
bahkan tak menagih untuk disukai
Sejak itu aku mengerti
penolakan bukan akhir dari keberadaan
sebab tidak semua hati diciptakan menjadi musim yang sama
dan tidak semua jiwa mampu membaca bahasa ketulusan
Maka bila suatu hari langkahku
hanya diterima oleh satu hati
aku tak akan menyebutnya kehilangan
karena seperti rinai
amerta selalu menemukan bumi yang bersedia menghidupkannya
Kediri, 2 Juli 2026