Nina Sayangi - Memoar senja wanita durjana (Lirika 10)

📅 Juli 08, 2026

Memoar senja wanita durjana

Karya: Nina Sayangi


Kala temaram senja mulai menghias langit dengan jingga
Ku tertatih, berserak bagai remah roti yang berduka
Rinduku mulai menggema, merasuk dalam sukma yang hina
Mata ini, entah berdusta ataukah hanya nuansa jiwa
Mulai menarik nostalgia yang sarat luka
Kelam itu mulai berkelana
Berkejaran dalam ruang memoar di kepala
Aku merayu Mu, Sang Maha
Aku manusia hina dengan kerak durjana
Orang-orang melempari ku dengan buas nya
Katanya aku tak layak mencium aroma surga
Ku tundukkan wajah yang nelangsa
Sukma ku tak pernah lelah bersua dengan lara
Dan sialnya rasa hampa mulai menjelma
Tak ada yang sudi merangkul pundak wanita hina
Maka semesta menjadi teman bincang kala senja mulai merona
Ku dekap memoar kelamku dengan cara yang paling rahasia
Ku teguk segala getir dunia yang fana
Menjamu perih yang kerap bersandiwara
Tuhan, makhluk-Mu ternyata sungguh kejam
Mereka membuang ku dalam biadab yang tak pernah karam
Ku teguk segala yang Kau tawarkan
Bagai damar melekat pada kayu yang usang
Jika rayuku bisa mengetuk surga-Mu yang kekal
Ku tadahkan sepotong raga yang kini pincang
Jangan menarik ku kembali dalam sandiwara
malam yang Kau rancang
Tolong lah, aku adalah belukar yang telah lama hilang
Kini aku kembali mengetuk surgawi-Mu dengan lancang



Sumbawa, 7 Juli 2026