Seumpama Sang Varsha Turun
Karya: Ni Wayan Trisya Ayu AlvinaSeumpama Sang Varsha Turun
Langit dipenuhi awan nilam
Yang perlahan menenggelamkan sang aditya
Butiran ambu mulai berjatuhan
Membasuh bhumi, membangun kembali siklus kehidupannya
Sebagian jiwa kerap mengutuk sang varsha
Kala kehadirannya mengusik karsa
Sebaliknya, ada juga jiwa yang merayakannya
Menyambut varsha dengan penuh sasmita
Varsha atau butiran ambu jatuh karena takdir
Enggan membuyarkan karsa para manusia
Enggan juga memberi manusia rasi keberuntungan
Mereka hanya mengikuti garis takdir yang sudah terbentuk
Begitu pula dengan lakon lain
Tatkala kita didera lara oleh garis takdir
Di belahan lain, ada jiwa yang mereguk rasa anandita
Bagaimanapun, asa kita tak mungkin selalu sama
Takdir tak selalu membawa anandita
Terkadang, takdir menyuapi kita kesialan atau lara
Semua itu terjadi agar semuanya seimbang
Sebab tak semua asa para atma harus nyata
Karangasem, 2 Juli