Senja yang menitipkan cahaya
Karya: Muhamad alief setiawanSenja tidak pernah meminta tepuk tangan ketika menanggalkan mahkota matahari dari langit.
Ia memilih diam,
membiarkan jingga menulis sajak pada kelopak awan,
sementara angin memungut sisa-sisa lelah bumi.
Di hadapannya, aku belajar bahwa kehilangan bukan selalu alamat bagi kehancuran.
Ada warna yang justru lahir
ketika cahaya bersedia mengalah kepada gelap.
Ada harapan yang bertunas
dari langkah-langkah yang rela melepaskan.
Maka ku titipkan mimpiku kepada senja, agar setiap redup menjelma keberanian, setiap perpisahan menjelma awal perjalanan,
dan setiap akhir menjadi pintu bagi fajar yang telah lama menunggu.
Sebab senja mengajarkan
cahaya terbesar bukanlah yang paling lama bertahan, melainkan yang tetap meninggalkan hangat setelah menghilang.
Lebak, 2 juli 2026