TINTA BIRU DI BALIK SENJA
Karya: Maulana Yusuf AjumaSaat pencahayaan di langit mulai temaram
dan awan-awan sepenuhnya telah padam
sang pelukis senja mengoles kuas warna jingga
lalu menimpa warna biru selembut asa
Garis demi garis berusaha ia lukis
menyamarkan biru manis yang terus menipis
dititipkannya segala rasa pada warna yang pudar
berbohong pada dunia bahwa ia masih tegar
Duka lampau ia selipkan di antara biru-jingga
menggantinya dengan senyum tipis sederhana
ia selalu menyimpan luka di balik tawa
namun tak pernah ada seorang yang bertanya
Lelah serta muak akan pahit yang dirasa
tanpa sadar ia telah mematahkan kuasnya
meninggalkan lukisan senja yang belum sempurna
nestapa pada hamparan pasir di bawah langit senja
Ia menghela napas panjang dan kemudian
Desir angin laut barat menerpa sang pelukis senja
membawa topeng yang ia kenakan jauh ke utara
mengungkap benang-benang kusut yang melilitnya
memperlihatkan tetes air mata mengalir di pipinya
tanpa aba-aba ombak pasang datang menghantam
Cipratan ombak laut membasuh wajahnya
menyeka isak tangis yang ada di sana
membuatnya tersadar akan hal malang selama ini
nyatanya ia hanya salah cara memandang dunia ini
kab Mandailing Natal/kec.lembah Sorik Marapi, 02 juli 2026