senja yang mengajarkan ikhlas
Karya: Jelita MarselaDi ujung langit yang perlahan merona,
senja itu datang tanpa banyak kata.
Ia melukis awan dengan warna jingganya,
lalu berpamitan sebelum malam tiba.
Aku memandangnya dalam diam,
seolah setiap cahaya yang memudar
sedang mengajarkanku
bahwa tidak semua yang indah
ditakdirkan untuk menetap.
Angin membawa cerita,
tentang satu harapan yang pernah tumbuh,
tentang sebuah langkah yang sempat ragu,
dan juga tentang hati
yang perlahan belajar sembuh.
Senja tak pernah marah,
meski ia harus mengalah pada gelap.
Ia tetap datang setiap hari,
mengingatkan bahwa
setiap perpisahan
selalu menyimpan sebuah janji pertemuan.
Maka kubiarkan langit ini
menutup harinya dengan sangat damai,
sebab aku percaya,
seperti senja yang selalu kembali,
harapan itu pun akan menemukan
jalan untuk pulangnya sendiri.
pekanbaru,03 juli 2026