Romansa Hujan di Zamrud Khatulistiwa
Karya: Ishmah Dinina AulawiyahDulu kita menadah hujan bersama,
mengira setiap rintik adalah restu titipan Tuhan.
Kau tersenyum, aku percaya,
Zamrud Khatulistiwa selalu pandai menumbuhkan harapan.
Rupanya hujan pandai menyembunyikan kenyataan.
Padi menguning, tetapi peluh dipanen lebih murah daripada gabah di hamparan.
Beras menjulang, bawang merah dan putih ikut meninggikan badan.
Minyak sawit mengalir jauh, menyisakan dapur yang kehilangan nyala dan hidangan.
Ironis, hujan tetap setia membasahi negeri,
tetapi tak semua rumah sempat menikmati rezeki.
Di bawah payung-payung megah, ada meja yang kian penuh terisi.
Di bawah atap-atap bocor, ada perut yang belajar akrab dengan sunyi.
Kita masih berdiri di bawah hujan yang sama, kasih.
Hanya saja, cintaku tak lagi kalah oleh derasnya rintik,
melainkan oleh kehidupan yang pandai membagi mewah dan perih,
hingga pelukanmu pun terasa lebih mahal daripada semangkuk nasi hari ini.
Gresik, 10 Juli 2026