Arsip Langit Sendu
Karya: Hanny MufidaRintik demi rintik berjatuhan.
Seolah mengingatkanku untuk membuka lemari arsip yang selama ini sunyi.
Dingin yang dibawa langit menyusup perlahan dari sela-sela jendela.
Sedang ribuan tetes sibuk membuat bising merdu yang telah lama didamba bumi.
Setiap tetes yang jatuh membawa selembar arsip yang selama ini tersimpan rapat.
Lembar demi lembar membawa jiwaku pergi berkelana.
Pada doa-doa yang patah bahkan sebelum sempat untuk diaminkan.
Juga pada kenangan yang terlalu lama disimpan hingga berdebu di sudut memoriku.
Maka barangkali, hujan tidak hanya turun untuk membawa sejuk untuk bumi setelah lama dipeluk hangat.
Sebab kehangatan sering membuat manusia melupa.
Lupa bahwa menjadi manusia adalah memberi tempat bagi segala rasa.
Maka ketika langit menurunkan rintiknya, kubiarkan tiap tetesnya membacakan bagian dari hidupku yang selama ini enggan untukku sentuh.
Lombok Timur, 3 Juli 2026