Saat Hujan Menuntunku Pulang
Karya: Hadaniar RahmanAngin menghadang langkahku
ketika kutempuh jalan menuju-Mu.
Waktu menyertai dekapan
bersama hati dan segenap keyakinan.
Langit menangis menyapa rindu
dengan segala angan yang menggebu.
Maaf...
belum setia pada panggilan lima waktu-Mu,
belum teguh memegang segala perintah-Mu,
dan masih kerap terjatuh pada larangan-Mu.
Tuhan...
Aksaraku bersimpuh di hadapan-Mu,
bersama gemuruh hujan
dan jutaan doa yang tak pernah kurapal.
Tak pernah kusangka,
betapa luas rahmat-Mu,
betapa lembut kasih sayang-Mu,
betapa tak bertepi ampunan-Mu.
Kini kusadari,
di setiap luka yang Kauizinkan,
selalu ada jalan pulang
yang Kauhamparkan dengan kasih.
Maka biarkan setiap sujudku
menjadi awal dari kepulanganku,
hingga kelak,
namaku Kaupanggil
dengan rida-Mu.
Dan dibawah hujan yang Kauturunkan tanpa henti,
aku belajar bahwa setiap tetes adalah ampunan-Mu,
membasuh jarak antara aku dan jalan pulang,
hingga hujan menjadi sujud yang tak pernah selesai.
Tuban, 3 Juli 2026