Musim yang Kehilangan Nama
Karya: Gina Mulia PutriLangit kembali meratapi diri
Meluruhkan bening yang tak pernah disebutnya duka
Sebab, setiap tetes adalah musim yang memilih kehilangan namanya
Untuk menemui retak yang telah lama menanti hujan
Lalu bening itu menyelinap ke sela akar yang nyaris lupa cahaya
Tak satu pun bening gugur tanpa muara
Yang luruh menjelma sungai
Yang mengalir menjelma laut
Laut mendekap setiap rintiknya,
Menitipkan uap kepada langit.
Agar awan tak kehabisan cara memeluk bumi
Hingga retak belajar melupakan luka
Dan langit tidak pernah memanggil setiap tetesnya pulang
Ia tahu, hujan tak pernah benar benar hilang.
Yang lenyap hanyalah nama,
Tetapi kehidupan terus mengingat airnya.
Padang, 1 Juli 2026