SEONGGOK KAYU BERTULIS NAMAMU
Karya: Galita Indika PutriDalam sunyi kala itu,
Aku terpaku,
Tatapanku jatuh pada seonggok kayu bertulis namamu,
Hati kecilku membeku,
Kehilangan arah untuk sekadar bersuara.
Embun di pelupuk mataku mulai luruh,
Tubuhku tak lagi sanggup menopang segala pilu,
Duniaku seakan runtuh dalam sekejap waktu,
Seakan membiarkan duka menyelimuti jiwaku.
Langit memuram bersama peluh bumi,
Derai hujan perlahan membangkitkan kenanganmu,
Tak peduli sekacau apa perasaanku,
Tak peduli seberapa buruk keadaanku,
Hujan tetap turun tanpa rasa bersalah.
Tuhan....
Aku tak pernah berharap hari ini datang menerpaku,
Ingin aku lari dari kenyataan yang merenggut setengah jiwaku,
Namun, rintik hujan kembali menyadarkanku,
Setiap tetesnya seakan membisikkan ketenangan,
Bahwa setiap perpisahan adalah ketetapan,
Meski hati tak pernah siap menerima kenyataan.
Lumajang, 03 juli 2026