Pendeklarasian Hujan
Karya: Fenita RahmadaniPukul tiga dini hari
Adakah kau menatap lekat gerimis yang membanjiri sunyi?
Di atap-atap rumah,
Di lika-liku jalan terjal,
Atau pada diri yang kehabisan cara untuk merayakan sepi.
Sudah delapan pagi
Hujan tandang menyekap musim-musim kemarau
Laut pasang dan tak kunjung surut
Nelayan menepi sebelum mega mendung berkuasa di tengah ombak
Namun pada hari-hari setelahnya,
hujan tak lagi turun untuk menyirami tanah kering, membasahi akar pohon,
atau sebagai pelepas dahaga atas kemarau panjang
Duhai Tuhan...
Mengapa air bah-Mu bermukim di tempat yang tak semestinya;
Tubuhku telah menggigil didekap kesunyian
Pun rinduku hilir mudik mencari muara,
namun tak juga menemukan dermaga
Kini hujan tekun mendeklarasikan kisah-kisah,
lewat perarakan musim.
Dan dari sekian purnama yang telah membilang hari
Hanya rintiknya yang tak pernah gagal melahirkan elegi.
Balangan, 8 Juli 2026