Farid Adiel Arya Satya - Hujan yang Menenun Keabadian (Lirika 10)

📅 Juli 02, 2026

Hujan yang Menenun Keabadian

Karya: Farid Adiel Arya Satya


Hujan menyulam sunyi di ujung senja,
setetes demi setetes menenun cahaya.
Tak pernah ia meminta langit mengingat,
namun bumi menyimpan jejaknya lekat.

Di dada sepi akar belajar teguh,
merengkuh gelap tanpa mengeluh.
Angin boleh datang mencabik harapan,
akar tetap setia memeluk kehidupan.

Keberanian bukan nyala yang gaduh,
melainkan hujan yang jatuh dengan teduh.
Ia menghidupi tanpa meminta dipuji,
menyuburkan harap di hati yang sunyi.

Hujan reda, harum tanah bernyanyi,
menitipkan hidup pada akar sepi.
Yang abadi bukan riuh yang dipuji,
melainkan jejak yang setia memberi.


Yogyakarta, 1 Juli 2026