Layung Penghujung Aram
Karya: Erwin Zebsy PrihandaniSemburat surya di ujung sungai,
Menyemai rebah penuh ilusi.
Namun, mengapa ku tak berani
Menghilangkanmu di buku memori?
Aram waktu di dermaga sunyi,
Menumbuhkan layung yang sepi.
Lara ini tak lagi menepi,
Pada labirin di dalam mimpi.
Ku ingin cepat mengkhatamkan
Dusta rona di penghujung aram.
Layung usang tak terhingga,
Menyebabkan rasa ini hanya terpendam.
Gemercik arus alir melarung aram,
Hanya bersandiwara menunjukkan keindahannya.
Dia cepat menghilang begitu saja,
Bagaikan layung penghujung senja.
Rona jingga di ujung pandang,
Sangat megah namun fana.
Penghujung layung hanyalah ilusi belaka,
Seperti aram yang hanya menumbuhkan harapan.
Pacitan, 4 Juli 2026