Hujan di Lesung Pipimu
Karya: Dzaki Fajar WaliyudinHujan datang bersama embun pagi,
singgah pada lesung pipimu yang manis.
Engkau laksana edelweis di lereng gunung;
embun tak pernah memudarkan mekarmu,
terik pun tak mampu merenggut pesonamu.
Senyummu merekah tanpa bunyi,
seolah embun di hutan lumut;
diam, namun mampu menghidupkan pagi.
Aku bertanya kepada rinai,
mengapa kelembutan selalu memilih wajahmu
sebagai tempat berlabuh.
Lesung pipimu menjadi lekuk kecil
tempat rindu belajar menetap.
Setiap hujan menyimpan kisah,
tetapi matamu menyimpannya lebih lama.
Di ufuk yang basah,
begitu anggun dirimu;
tersimpan misteri yang tak pernah selesai diterjemahkan oleh hujan,
hingga kusadari, tak semua hujan jatuh ke bumi
sebagian memilih tinggal di lesung pipimu.
Malang, 09 juli 2026