Rekaman Fana Cakrawala
Karya: Diza AuliyaMelodi jingga memeluk buana,
menjadi episentrum yang tak kasat mata.
Pada usia ini, darah muda
sentimen rasa masih memenuhi jiwa.
Di batas langit barat kian memudar,
riuh rendah dunia hanya sebuah sekadar,
meninggalkan kemalangan yang sunyi,
mengajarkan arti melepas dengan berani.
Kini senja tak lagi hanya sekadar guratan warna,
ketika ia menjelma ilham cerita,
kutitipkan sebait harapan semata,
sebelum gulita gelap benar-benar bertakhta.
Kita hanyalah musafir di antara jejak fana,
menyisakan ruang khayalan di dalam dada.
Menjadi saksi yang terduduk lesu,
meraba ego, larung pasrah menjadi abu.
Biarlah malam merundung sisa pilu,
menghidupkan bayangan yang membiru,
mengikhlaskan luka satu demi satu,
menanti fajar pembawa rindu baru.
Medan, 1 Juli 2026