Sebelum Hujan Selesai
Karya: Aulia HandayaniMula-mula,
hujan menjatuhkan aroma tanah
ke dalam napasku.
Daun-daun bertepuk
dengan bahasa yang hanya dipahami angin,
sementara langit
membuka lipatan kelabunya
perlahan.
Di halaman,
genangan menyimpan wajah awan
yang pecah
setiap kali disentuh langkah.
Barulah kusadari,
hujan tidak datang
untuk menenggelamkan.
Ia hanya mengembalikan bumi
kepada ingatan yang nyaris dilupakannya
bahwa benih
tak pernah memilih musim yang mudah
untuk bertumbuh.
Ketika rintik terakhir
jatuh tanpa suara,
yang basah bukan lagi jalanan,
melainkan hati
yang akhirnya memahami
menerima
adalah bentuk paling hening
dari keberanian.
Tanjung, 3 juli 2026