Melukis wajahmu di Langit Barat
Karya: Ashril IlhamKetika sang surya mulai lelah berjalan,
ia menyentuh ufuk, meninggalkan perlambangan.
Kuambil kuas ingatan yang paling sunyi,
menghadap ke barat, tempat siang kan mati.
Semburat jingga mulai meleleh pelahan,
kujadikan warna dasar untuk garis senyuman.
Kutorehkan rindu pada sapuan warna tembaga,
membentuk sepasang matamu yang selalu terjaga.
Awan-awan tipis berarak menjadi siluet rambutmu,
menari lembut tertiup angin yang menderu.
Di atas kanvas langit barat yang kian meredup,
wajahmu adalah keindahan yang membuatku hidup.
Namun waktu adalah pelukis yang teramat kejam,
ia menghapus mahakaryaku, menggantinya dengan malam.
Kini karyamu hilang ditelan gulita yang pekat,
menyisakan rindu yang mendekap dada kian erat.
Minggu 5 Juli 2026