Tuhan Menitipkan Senja
Karya: ANIK WIJAYANTI, S.E.Tuhan tidak menitipkan senja kepada langit.
Ia mempercayakannya kepada mata
yang menolak percaya
bahwa redup
adalah akhir dari cahaya.
Setiap petang, matahari meluruhkan emasnya
seperti doa tanpa suara;
ia tidak pernah tersesat,
ia selalu tahu
jalan pulang menuju alamatnya.
Daun jatuh tanpa kehilangan kehormatan.
Sungai mengalir tanpa menuntut sumbernya.
Semesta mengajari batin—
bahwa yang pecah,
tidak selalu hidup sebagai kehilangan.
Sebab yang abadi bukanlah terang,
melainkan keberanian cahaya mengosongkan diri
agar esok
ia dapat lahir kembali.
Tuhan tidak menciptakan senja untuk cakrawala.
Ia hanya menitipkannya kepada hati
yang bersedia lapang,
yang bersedia
menjadi langit.
Malang, 10 Juli 2026