Litani Hujan
Karya: ADLI ADRIYANSAHHujan datang seolah langit sedang menghafal cara paling sunyi untuk menangis.
Setiap rintiknya mengetuk jendela ingatan, membangunkan nama yang telah lama kukubur di antara doa-doa yang tak pernah kembali dengan jawaban.
Kupikir waktu akan mengeringkan kehilangan. Nyatanya, ia hanya mengajarkanku cara tersenyum dengan hati yang diam-diam masih retak, sementara rindu perlahan menjelma bayang yang enggan meninggalkan relung jiwaku, yang diam menunggu musim berpulang kepadaku.
Sejak itu, setiap hujan tak lagi membasahi tubuhku, melainkan kenangan yang tak pernah benar-benar selesai.
Subang, 23 Juni 2026