Otobiografi Senja
Karya: ZahiraSenja adalah dialektika paling sunyi.
Cahaya yang memilih pergi, gelap yang tak pernah meminta untuk datang.
Setiap petang aku kehilangan sebagian diriku, namun langit tak pernah menyebutnya akhir.
Aku bukanlah keabadian; aku hanya semburat warna yang diberi kesempatan singgah sebelum malam melanjutkan perjalanan semesta.
Waktu tak pernah meminta siapa pun menetap, bahkan langit belajar mengikhlaskan cahayanya.
Aku tak pernah membenci malam, sebab darinyalah manusia belajar merindukan cahaya.
Riwayatku selalu dimulai dengan cahaya, lalu ditutup oleh keheningan semesta.
Indahnya lembayung selalu berakhir dengan salam perpisahan.
Tunggulah aku di ufuk yang sama.
Sebab yang kembali hanyalah namaku, bukan cahayaku.
Pontianak, 30 Juni 2026