Vonis yang Jatuh Saat Hujan
Karya: Yuli Mirna YantiSunyi adalah riuh paling nyata
Ketika rintik hujan bagai vonis tertunda
Aku terjebak jaring yang kupintal sendiri
Setiap helaiya adalah perandaian tak bertepi
Bagaimana jika?
Kata itu memantul dalam genangan
Membawa ribuan beling menggores dinding hati
Tajam layaknya tetes hujan pertama musim dingin
Mengalirkan air mata langit lewat kaca jendela
Hanyut terbawa aliran selokan
Kotor, tak pernah jernih
Bagaimana jika cintamu bukan lagi milikku?
Pertanyaan berulang, mencipta melodi pilu
Dinyanyikan atap seng yang bocor setiap malam
Membayangkanmu menggenggam hangat tangan berbeda
Di bawah payung yang sama, sedangkan aku kehujanan di luar sana
Racun dalam cangkir pikiranku
Merusak nyata dengan beradu perandaian
Kendali itu lepas, diterpa arus ragu
Disapu derasnya hujan tanpa izin
Memaksaku mati berkali-kali dalam bayang tak tentu
Tenggelam perlahan bersama daun gugur, jatuh dalam genangan hujan
Prabumulih, 25 Juni 2026