Tetaplah Jatuh
Karya: Yhuanhitha Septiarani Nur AzwahNetraku sayu menatap angkasa yang muram
Rintik hujan jatuh merayu pikiran yang suram
Jagat mengeluh lewat tangisnya alam
Dan relungku luluh dalam pangkuan terdalam.
Awan marah lewat derasnya air hujan
Angin kencang menghalau segala keraguan
Langit berteriak sakit lewat petir yang menyambar
Lihat, tak perlu berlindung pada kata sabar.
Memang begitu cara kerja semesta
Ia tetap jatuh meski sebagian orang memakinya
Tetap turun walau dibenci pada akhirnya
Tetap kembali dan pergi seperti biasanya
Seolah hanya ia yang hidup dan setia.
Barangkali hidup memang begitu
Ada putih ada kelabu
Harus melangkah meski rasanya ragu
Tapi percayalah,
Kemenangan sedang menunggumu.
Ya, aku tahu.
Dunia lebih sering menghakimi dari pada memahami
Manusia lebih sering meminta lalu memaki
Masalah datang bertubi-tubi
Mengikis semangat agar mati.
Namun, berteriaklah sekencang petir
Jujurlah sejujur awan yang menumpahkan beban
Ketika tak lagi mampu menahan
Lalu, tetaplah jatuh seperti air hujan.
Kemudian, tabahlah seperti bumi
Rela diinjak ribuan kali
Namun, tetap lapang menerima kami.
Bandung, 21 Juni 2026