Sajak yang Karam di Batas Petang
Karya: TARISYA KHAIRUNNISADi lengkung langit yang mulai meredup,
kau hadir menenun mega menjadi selimut yang lembut.
Menghias cakrawala sebelum malam menutup,
menjadi bukti agung dari Sang Penyurat yang mahaluput.
Meski singgahmu teramat singkat di pucuk mata,
dan benderangmu perlahan akan diabaikan oleh dunia,
kau tak pernah lelah bersolek, menebar pikat dan cinta,
mengajarkan arti ikhlas dalam ketenangan yang rahasia.
Kini, ada sepotong rindu yang luruh bersama desir angin,
mengalir di sela raga yang dieja oleh jarak yang dingin.
Walau kita terpisah di bawah bentangan langit yang berbeda,
tatap kita tetap bermuara pada jingga sore yang sama.
Sebab senja adalah jeda yang paling benderang,
tempat suka dan duka saling berpelukan dengan tenang.
Menitip sebuah janji pada sunyi magrib yang merangkang
bahwa setelah malam yang pekat, fajar kan membawa pulang yang hilang.
Bandar Lampung, 23 Juni 2026