Pagi Yang Belum Berjanji
Karya: Riska KrisdayantiDi bawah langit yang menumpahkan dinginnya,
seekor anak kucing berjalan tertatih
di sepanjang tepi jalan yang basah.
Tubuhnya kurus,
nyaris tinggal tulang dan luka,
sementara hujan membasuh bulunya
yang tak pernah mengenal hangat pelukan.
Deru kendaraan berkejaran,
namun tak satu pun berhenti
untuk mendengar perutnya yang kosong.
Dengan mata yang masih menyimpan harap,
ia menggesekkan tubuh mungilnya
pada kaki-kaki yang terburu waktu,
mencari remah kebaikan
di antara wajah-wajah yang berlalu.
Namun yang datang bukan kehangatan,
melainkan tatapan yang menolak
dan langkah yang mengusir.
Hujan menjadi saksi,
bahwa bahkan makhluk sekecil dirinya
harus berjuang melawan lapar, sepi, dan luka.
Meski lelah mengikat langkahnya,
ia tetap berjalan—
menjemput pagi
yang belum menjanjikan apa-apa.
Perawang, 21 juni 2026