Payung untuk Kenangan
Karya: Rahmawati N. HasanDi bawah payung tua, hujan jatuh tanpa tergesa,
mengantar langkah yang pernah berjalan berdampingan.
Setiap rintik seperti membuka lembar-lembar waktu,
tempat tawa, diam, dan doa saling berteduh.
Kini jalan itu masih sama, hanya jejakmu yang menghilang,
meninggalkan aroma tanah basah yang sulit ku lupakan.
Aku tak lagi mengejar musim yang telah berlalu,
sebab kenangan bukan untuk dipenjara, melainkan diterima.
Payung ini tak mampu menghentikan hujan,
namun cukup menjaga hatiku agar tak hanyut oleh kehilangan.
Biarlah langit terus menitikkan cerita,
sementara aku belajar berjalan dengan tenang,
membawa payung untuk kenangan,
bukan agar masa lalu kembali, melainkan agar aku mampu melangkah tanpa melupakan.
Yogyakarta, 26 Juni 2026