Elegi Hujan di Batas Keheningan
Karya: Nur AzizahHujan turun perlahan, melagukan bumi yang kelelahan,
menyulam sunyi yang tertahan menjadi bening yang menenangkan.
Setiap rinainya menyimpan kisah yang tak terucapkan,
mengalir lembut, meresap dalam relung perasaan.
Awan merekah di langit kelabu, menurunkan kenangan yang kelu,
angin berbisik sendu, membawa rindu yang membeku.
Waktu seakan larut dalam deras yang tak tergesa,
mengurai luka menjadi makna yang lebih dewasa.
Hujan bukan sekadar jatuh dari ketinggian yang rapuh,
ia adalah doa yang luruh, menuntun hati agar teduh.
Di balik tirainya yang sederhana, dunia tampak lebih bermakna,
segala duka perlahan berubah menjadi damai yang sempurna.
Bengkulu Utara 29 Juni 2026