Bahasa Langit
Karya: Nopbri LiyantiLangit tak pernah berbicara,
namun senja fasih menuliskan makna.
Jingga yang luruh di ujung cakrawala
menitipkan doa pada angin yang pulang.
Aku belajar dari cahaya yang meredup,
bahwa melepaskan bukanlah kalah.
Setiap warna yang menghilang
menyisakan harapan di pelukan malam.
Saat matahari tenggelam tanpa keluh,
langit tetap tersenyum dalam diam.
Sebab keindahan tak lahir dari lamanya bertahan,
melainkan dari ketulusan meninggalkan jejak.
Dan ketika malam memeluk bumi,
senja telah selesai menyampaikan bahasanya.
Muara Beliti, 30 Juni 2026