Hujan yang Membagikan Langit
Karya: Ni Komang SukatrianiBanyak yang menyebutmu hujan. Aku menyebutmu langit yang sedang membagikan dirinya. Kau jatuh tanpa memilih tanah mana yang pantas menerima, lalu menghilang agar akar mengenal harapan dan benih berani tumbuh. Tak ada yang mendengar bunyi kehilanganmu, sebab dunia lebih sibuk mencari tempat berteduh daripada memahami pengorbananmu. Ketika reda, pelangi dipuji, bumi disyukuri, tetapi tak seorang pun bertanya ke mana perginya bagian langit yang gugur. Sejak itu aku mengerti, kekuatan bukanlah tetap utuh, melainkan rela berkurang agar kehidupan orang lain terus bertambah.
Singaraja, 20 Juni 2026