kehampaan
Karya: Maya Wardani Pardede, S. pdHujan ( kehampaan )
Butiran - butirannya jatuh keras menghantam ke sudut hati
Hawa dinginnya menusuk tepat inti hidup
Derasnya seperti perisai yang tak tertembus
Entah mengapa sedikit memberikan ketenangan di sela – sela rasa sakit
Ada kerinduan di balik dinginnya
Air mata jatuh bersama derasnya ritme rintik hujan
Senyum pun perlahan memudar
Perasaan seakan mati dan beku
Apakah memang sedingin ini hawa yang datang?
Ataukah hanya perasaan yang bersembunyi di balik tirai rintik?
Bisakah kau jelaskan pada jiwa yang hampa ini
Makna di balik kebekuan yang mencari jalan pulang
Tapi yang ditemui hanyalah kehampaan
Jalan itu sudah lama hilang
Bisakah waktu kembali agar tangan ini mendekapnya lagi
Aku merindukan setiap sentuhanmu, senyummu, tawamu, bahkan marahmu
Haruskah aku pergi ke tempat yang tidak memiliki memori tentangmu
Atau membiarkan hujan membawa semua kenangan itu
Medan, 22 juni 2026