Lembayung Jingga yang Abadi
Karya: Maria Avrilia NovrinceLembayung Jingga yang Abadi
Di tapal batas malam, jemarimu pamit, meninggalkan semburat emas yang menjepit. Kau melangkah tanpa sedikit pun gaduh, membalut jiwa yang terlanjur luruh.
Malam boleh saja merebut cahayamu,namun ia gagal menghapus bayangmu. Ada detak yang tertinggal di sudut sepi, menolak tunduk pada waktu yang menepi.
Kita adalah dua kutub yang tak bersua, berbagi langit namun berbeda kasta dunia. Aku merawat rindu yang keras kepala, meski tahu takdir takkan memberi jala.
Kau serupa lembayung yang enggan pudar, tetap megah saat sunyi mulai menjalar. Sebab kau adalah warna paling benderang, yang pernah singgah lalu memilih pulang.
Di kedalaman sukmaku yang paling sepi, kini kau punya takhta yang sangat mulia, sebagai sebuah kisah senja indah yang takkan pernah lekang oleh berlalunya seluruh cerita dunia.
Maumere, 13 juni 2023