Menitip Sedu pada Jingga yang Luruh
Karya: Kartika Alyani SalwaLangit barat mulai merona, membasuh luka yang kian menua,
Menghidangkan hamparan jingga bagai bentangan selendang doa.
Senja selalu datang membawa potretmu yang kian samar,
Menggugah rasa rindu yang selama ini coba kupadamkan dengan sabar.
Ada haru yang mendesak perih di sela detak dada yang lelah,
Melihat matahari pamit, seolah paham sebuah kisah telah menyudahi langkah.
Cahaya temaram itu perlahan menyentuh tanah yang basah oleh air mata,
Mengingatkanku pada pelukan hangatmu yang kini menjelma fana.
Aku berdiri di ambang batas antara siang dan pekatnya malam,
Menyaksikan keindahan yang paling rapuh tenggelam ke dalam kelam.
Semburat merah di cakrawala adalah salam perpisahan yang paling sunyi,
Tempat aku menitipkan segala rindu yang tak sempat kautemui.
Kini kegelapan menjemput, menyisakan dingin yang meraba jiwa,
Namun di palung hati, kehangatan senjamu abadi selamanya.
Tebing Tinggi, 13 Juni 2026