Biarkan Dirinya Turun
Karya: Halilintar WarsopernotoHujan,
jatuh dan dingin,
bisa berkah, bisa tragedi, tergantung perspektif.
Dingin,
Kulit merasakan dan mengubahnya jadi perasaan.
Jatuh,
Mata tertuju pada yang terjatuh, dari yang turun.
Langit,
Yang di bawah melihat ke atas.
Mungkin sedang berharap atau menebak.
Antara yang membendung, dari awan menjadi air.
Dengan yang mengapung, dari harapan jadi mimpi.
Jadi biarkan turun,
Biarkan hujan dingin jatuh dari langit.
Dingin, menyejukkan yang terkena teriknya dunia.
Jatuh, menyuburkan yang dilanda kekeringan.
Atau mungkin,
dingin, mengingatkan rasa aman di kehangatan.
Jatuh, menerjang tiada henti pada yang terdiam.
Mungkin itulah hujan,
suatu siklus yang tiada henti,
tidak ada yang tahu kapan akan turun,
juga antara yang akan mulai dan berakhir.
Antara yang menyejukkan dan yang membuatku merasa dingin.
Antara yang membuatku melihat ke atas, dan yang melihat ke genangan.
Bandung, 21 Juni 2026