Fatimatuz Zahra - Megha Bercermin (Lirika 10)

📅 Juni 26, 2026

Megha Bercermin

Karya: Fatimatuz Zahra


Akasa mengayunkan pena nya.
Menulis surat,
Tanpa alamat,
Dan tanpa tanda tangan.
Hanya basah,
Dari goresan vajra,
Yang tak pernah sempat menjadi kata.

Setiap bindu yang sendu,
Adalah jatuh yang tak pernah terbaca.
Membelah kabut tebal,
Menyusuri lereng kerinduan,
Dan sampai pada gurun kekecewaan.

Dulu,
Ku kejar awan dengan sangat,
Berharap ada jeda,
Antara deras dan reda,
Aku masih menadah nya.
"Menampung suara yang jatuh tanpa jeda"

Tapi dari hujan,
Hal lain mulai ter-ajarkan.
"Bahwa menampung bukan berati sembuh"
"Bahwa basah, yang di paksa kering, hanya jadi retak yang diam"

Kini aku tak berteduh,
Aku buka dada menjadi tanah.
Berusaha belajar menjadi genangan yang sabar.
Tempat megha bercermin..
Pasyati diri, lalu pamit dan pergi.

Dan aku tetap di sini,
Menguap pelan...
Menjadi nihara, yang basah...
Tapi ikhlas.


Jawa Timur, 24 Juni 2026