Renjana yang Kuhujani
Karya: Dina AlfaizahUntukmu, Hujan,
Ku titipkan renjana ku padamu.
Bawalah renjana ku untuknya dengan rinai-mu yang lembut.
Pada dersik yang terus menyebut namamu,
Pada diam yang terus memanggil namamu,
Pada hening yang dipecahkan gerimis,
Aku masih menunggu di tempat yang sama,
Berharap kau akan kembali.
Di antara hujan yang terus turun membasahi bumantala, aku berharap bayanganmu akan muncul membawa dekap yang selama ini ku rindukan.
Namun, ternyata itu hanya fatamorganaku yang terus menari di dalam pikiranku,
Membuat sandiwara yang hanya dimainkan oleh satu raga.
Hujan yang terus turun lalu perlahan reda,
Sudah cukup membasahi bumantala,
Setelahnya ia tinggalkan genangan bersama kenangan di sudut kota itu.
Banda Aceh, 28 Juni 2026