Hujan Yang Lupa Pulang
Karya: Ardina Jihan FahriaTak ada yang sungguh membenci Hujan.
Ketika ia datang, banyak yang berlari menghindarinya.
Namun, ia tetap turun
Membawa sepucuk kenangan
Dan meninggalkan gema yang lupa di bawa pulang.
Tak ada yang lebih elok dari hujan.
Hanya saja, tak semua mata
Mampu menyaksikan Indahnya
Sebab, selepas langit menggelap
Selalu ada pelangi yang menjemput.
Menurutku,hujan adalah cermin hati
Ketika perasaannya jatuh terlalu deras
la tak mampu lagi di tampung
Lalu menggenang menjadi luka.
Nyatanya, hanya mereka.
Yang selesai dengan lukanya
Yang mampu menemukan indahnya langit Walau masih ditangisi oleh hujan.
Banyuwangi,27Juni 2026