Senandung Awan Yang Berbisik
Karya: ANUGERAH PURWANING DRAJAT ARUMANYSAHRintik turun, menyulam kaca pagi,
mengurai sunyi di ujung jalan—lalu menumpah.
Langit merendah, berbisik pada tanah yang letih,
memulihkan jejak-jejak yang kering dan patah.
Aroma petrichor membangkitkan ingatan,
tentang langkah kecil yang menembus lumpur,
tentang tawa yang menempel di rambut basah.
Setiap tetes melukis ulang peta kota,
menyisir kenangan yang enggan padam.
Kita berdiri di ambang jendela, menimbang harap,
menghisap dingin yang lembut seperti janji.
Hujan menulis nama kita pada pagi,
mewarnai luka dengan jilatan cahaya baru,
hingga hati, perlahan, tahu cara pulang.
Lamongan, 23 Juli 2026