Surat Terakhir untuk Senja
Karya: AMINAH SALSABILA OKTAVIANALangit hari ini sedang membacakan doa perpisahan, melipat cahaya keemasan menjadi gulungan malam yang dingin. Aku berdiri di sini, memungut sisa sisa keberanian yang sempat retak oleh kerasnya hari. Senja bukan sekadar pertanda hari akan berakhir, melainkan saksi bisu betapa manusia sering kali gagal menjaga harapan.
Dunia mungkin lupa bahwa di balik rona jingga, ada hati yang sedang berusaha memaafkan luka masa lalu. Aku menyerahkan seluruh letihku kepada semesta, membiarkan kegelapan memeluk erat segala ketidakpastian yang kupendam. Jika besok matahari harus kembali, biarlah ia menemukan aku sebagai jiwa yang telah lebih tabah. Sebab, di balik setiap perpisahan dengan cahaya, selalu ada pelajaran tentang bagaimana cara merelakan dengan cara yang paling indah.
Serang, 22 Juni 2026