Simfoni Hujan Menitipkan Sunyi
Karya: Ami Amanda Putri AisyahPagi mengatupkan wajahnya.
Atap seng memungut bunyi pertama.
Jendela mengembunkan pandang,
sementara halaman kehilangan debu.
Parit menghafal arah,
membawa gugur daun tanpa tergesa.
Seekor pipit menunda terbang,
ranting menjadi alamat pulangnya.
Kabut menyelip di sela pagar,
membungkus pagar kawat dengan dingin.
Jam dinding tetap berputar,
tetapi beranda menolak tergesa.
Di bibir genting,
setetes air menggantung paling akhir.
Ia tak memilih jatuh atau tinggal;
anginlah yang menyelesaikan ragu.
Ketika langit merapikan dirinya,
genangan masih menyimpan cahaya.
Tak ada tepuk tangan bagi hujan,
hanya bumi yang diam-diam berubah.
Solo, 27 Juni 2026