Di Halaman Yang Belajar Basah
Karya: Ainun KurniaPagi tidak langsung datang hari itu, seperti ragu di ujung genting.
Lalu sesuatu jatuh perlahan, bukan suara, melainkan cara langit menyentuh bumi.
Aku berdiri di halaman yang lama diam
seorang gadis yang membiarkan rambutnya mengerti arah air.
Tetes-tetes itu tidak mencari siapa pun
namun tetap tiba, seperti kabar yang lupa alamat.
Tanah berubah menjadi cermin yang gelisah, memantulkan hal-hal yang tak sempat kuucapkan.
Aku tidak sedang menunggu sembuh,
hanya membiarkan dunia menyentuhku tanpa permisi.
Di sana aku bergerak pelan, seolah waktu ikut basah bersama langkahku.
Dan ketika hujan berhenti, tidak ada yang benar-benar pergihanya menjadi lebih tenang dari sebelumnya.
Makassar, 23 Juni 2026