Karya: Zahwa Ifadah
Kala kapal itu melintas, lalu meluruh
Riak ombaknya terasa, begitu dekat sebelum menjauh
Ia tidak pernah berlabuh
Hidupnya sebatas berlayar, tanpa usai ditempuh
Dermaga ini bukan tempatnya berteduh
Pagi siang malam hingga bertemu shubuh
Dekatku tidak membuatnya gagal fokus
Dari pandang atma dermaga nan sepi
Melihatnya lewat lalu memudar pergi
Merindukan desir ombaknya dari tengah yang menepi
Begitu dekat, namun dianggap hanya ilusi
Atma tidak nyata ini hendak merengkuh
Memohon pada tirta bawa ia ke tepian
Menjamu, meski tidak terulurnya sambutan
Hasrat menarik pergi dalam kebersamaan,
menahan labuhnya
Luapkan emosi pada keegoisan
Atau menuju konfrontasi yang tidak beralasan.
Riau, 15 Mei 2026