Karya: Yaumil Faathir Mubarok
Di saat jiwa ragaku menyungkum tanah
sejati diriku bergetar
mengguncang gundah gulana
Seolah diri ini antah-berantah
Tuhan
tangan-Mu begitu bersih
mengasihi para hamba-Nya
termasuk daku yang terpecah belah
Selalu kuusahakan
agar segenggam daging ini tidak hitam
Tuhan, karya-Mu begitu sempurna
prasasti delusi melingkari kami
dalam kuasa-Mu yang tak dapat kami kuasai
sebab temaram bersemayam pada nadi Ibu Pertiwi
Tuhan, daku tak ingin jauh dari-Mu
walau kasih-Mu selalu di dekatku
Ke mana pun jiwa ini menoleh, di sanalah Kau berada
Retakan sang Ilahi
ialah rahasia di balik rahasia
Walau fana merangkul manis
selalu kusimpan sepenuh hati.
Tangerang, 14 Mei 2026