Satu Kota, Dua Kiblat
Karya: Shafa Aisyah Maulid AlfaizaKita berada di kota yang sama,
namun ada tembok tak kasat mata
yang berdiri di antara kita,
membuat dekat terasa begitu jauh.
Di kala senja,
salib menggantung di lehermu,
sementara tasbih di tanganku
mengarah pada Tuhan yang berbeda nama.
Meski kiblat kita tak sama,
selalu kuselipkan namamu
dalam setiap doa-doaku.
Bukan untuk meminta semesta mempersatukan kita,
melainkan agar ia menjaga
setiap langkahmu di mana pun berada.
Terkadang cinta tak selalu harus memiliki,
ada yang cukup disimpan
sebagai kenangan paling dalam yang tak akan pernah dilupakan, di antara amin dan haleluya.
Malang, 25 Mei 2026