Antara Kopi dan Hati
Karya: SALVIA SAFA FIRJATULLOH PAMESTIAntara Kopi dan Hati
"Jangan salahkan jika kopimu dingin, karena ia pernah hangat namun kau mengabaikannya," ucap Tuan, nada bicaranya serupa teguran.
Nona hanya tersenyum getir, sembari membalas pelan:
"Jangan salahkan jika aku mengabaikannya, karena aku pernah sepenuhnya, namun kau hanya seperlunya."
Lalu, sekarang apa yang kau cari Tuan?
Secangkir kopi panas atau sebongkah hati beku?
Dan rasa apa yang kau pinta kali ini?
Seteguk pahit atau segores luka?
Panas atau dingin itu tak masalah
Pahit dan sakit bahkan tetap kunikmati
Mungkin itu yang dinamakan seni melukai diri sendiri
Bukankah mengusahakanmu sama seperti meminum secangkir kopi?
Namun, bukankah mempertahankanmu sama seperti menyelami lautan es?
"Dan, bukankah berusaha bersama sama seperti mengakhiri hidup secara suka rela? " bisik Nona pelan, nyaris tanpa suara
Madiun, 25 Mei 2026