Karya: Salma Annisa Wijaksana
Kepada arus tanda batasan
Yang kau ukir di permukaan
‘Tuk melarangku masuk ke kedalaman
Angin jiwaku mengetuk pintu
Menandai tiap karang berdebu
Mengusaikan meski di sampul buku
Sebelum ombak menarikku lalu
Tanyaku, mengapa dalamnya arusmu...
… tak bisa untuk aku tahu?
Sesungguhnya, tepian menarikku paksa
Menyeret sisa jiwa dari samudra
Halaman yang tak kau biarkan aku baca
Tak sebait pun dari gemerisik cerita
Kasih, kita senada horizon di utara
Sejauh ombak dan karangnya
Sedekat garis pantai dan ujung samudra
Maka, saat ombak pagi pertama
Kali ini tak kau dekap bukumu di dada
Sampul diterpa ombak tak kesampaian
Terombang-ambing di perbatasan
Arus membalik tiap halaman
Membuka sedikit bait dari lipatan
Maka, kutandai pasang surut ingatan
Tentang kamu, tentang arusmu
Kali ini, dengan penanda untuk samudramu
Jakarta, 19 Mei 2026