Karya: Saefi Fadlun
Tak pernah aku sangka akan jadi begini
Hujan yang dulu kita teduhkan bersama
Kini jatuh di halaman berbeda
Kita sebumbung namun tak pernah sejiwa
Seperti air dan minyak
Berdampingan, namun tak pernah menyatu
Aku tak percaya
Kau berubah dalam sekejap mata
Sedang aku masih menyebut namamu
Di sela doa selepas sepertiga malam
Aku sadar siapa diri ini
Aku hanya debu di bawah langkahmu
Yang mudah terlupa saat angin datang berlalu
Sedang kau bagai bidadari surga
Indah dipandang, namun sukar kugapai
Kini aku mengerti
Cinta singgah untuk sementara
Mengajarkan arti keikhlasan
Lalu pergi agar insan dapat memetik hikmahnya
Dan bila akhirnya kita benar-benar jauh
Semoga bukan karena luka yang tumbuh di dada
Melainkan karena Allah sedang menyiapkan
Takdir terbaik bagi perjalanan hidup kita nanti.
Jakarta, 16 Mei 2026