DEKAT NAMUN JAUH
Aku mengenalmu saat aku masih terlalu kecil untuk mengerti,
dan kamu sudah cukup dewasa untuk menyimpan rasa.
Kita tumbuh di waktu yang berbeda,
aku menolak, kamu tetap tinggal
bukan di sampingku,
tapi di doaku.
Kita tidak pernah benar-benar bersama,
namun juga tak pernah asing.
Kamu memilih menjaga jarak,
agar mimpiku tidak terganggu.
Aneh,
cinta yang paling tulus justru tidak memaksa.
Kita dekat
dalam doa yang saling menyebut nama.
Namun jauh
dalam langkah yang belum searah.
Katamu, jika jodoh, Tuhan akan mempertemukan.
Maka aku belajar percaya,
bahwa cinta tidak selalu tentang memiliki,
kadang hanya tentang menunggu
dengan hati yang tetap utuh.
Kupang,1 mei 2026