Berusaha Bersama, Bogor Istimewa
Karya: Rifky KhairyAku lahir di udara
Yang debunya belum sempat Menempel di mata
Menusuk pelan ke wajah
Anggun sebelum akhirnya membatu
Ramai cita jadi nabi
Hingga lupa diri
Ramai malam dini hari
Pukul dua belas menangisi beras
Memeluk penderitaan yang tak kunjung dibalas
Air mata jatuh di warung kopi Ditemani doa yang tak sambangi
Di tanah ini
Kami tumbuh disinari persoalan
Kepentingan
selintas jadi tujuan
Anggaran dibesarkan keraguan
Dan beriman hanya dari slogan
Janji adalah janji
Digoreng atau direbus
Tetap harus ditebus
Ada janji yang belum usang
Ramai harapan yang menolak padam
Yang lebih tinggi dari gunung salak
Yang lebih luas dari peta tanahnya
Yang lebih banyak dari angka tertawanya
Yang lebih meledak dari penduduknya
Kini, Bogor tumbuh pelan-pelan
Gelap jalan, belajar menjadi cahaya
Raya yang tipis, mulai diselimuti aspal yang tebal
Kampung yang sepi, akhirnya menemukan jati diri
Atap yang roboh, kini tegap dan kokoh
Bogor belum selesai ditulis
Ceritanya masih panjang
Bagi mental pejuang
Bogor, 7 Januari 2026