Merpati & kompas
Aku mencintaimu lebih dari jarak di antara kita.
Agaknya memang seperti itu.
Saking teramat jauhnya jarak yang mengasingkan kita,
hingga gelar “kita” perlahan berubah menjadi “aku” dan “kamu”.
Sejauh itu kita, namun dekat pula.
Jika dipikir kembali, kita!. Ah, kini kata “kita” sudah tidak lagi pantas digunakan.
Aku & kamu berawal dari berjauhan dan memiliki akhir berjauhan pula.
Namun bagiku, kita laksana merpati dan kompas, sama-sama mencari arah mata angin.
Sejauh apa pun merpati terbang mengepakkan sayap dengan indah, ia tetap mengikuti arah angin.
Dan secanggih apa pun kompas, tujuannya tetap, untuk menunjuk arah yang sama.
Bukankah itu mirip dengan kita?
Yang membedakan hanyalah lintas waktu dan jalan yang ditempuh.
Kita tetap terasa dekat, meski diasingkan jeda yang begitu jauh, bagiku.
“Kita” tetap menjadi “kita”, meski pada akhirnya bukan lagi kita.
Cianjur, 08 Mei 2026