Nabila Munawir - Dekat namun jauh dari orang tua (Lirika 9)

📅 Mei 24, 2026
Dekat namun jauh dari orang tua
Karya: Nabila Munawir 



Langit malam di tanah rantau
masih sama seperti di kampungku dulu,
bulan tetap menggantung sendu,
namun rumah terasa semakin jauh.

Aku berjalan di antara ramai manusia,
tertawa seperlunya, diam seperlunya.
Tapi di balik semua cerita,
ada rindu yang tak pernah benar-benar reda.

Ibu…
aku rindu suara kecilmu di dapur pagi hari,
suara yang dulu sering tak kusadari,
namun kini menjadi hal paling ingin kudengar kembali.

Ayah…
aku rindu langkahmu di depan rumah,
nasihat sederhana yang selalu menenangkan arah.
Kini aku belajar dewasa dengan susah,
menahan lelah tanpa bisa bersandar dengan mudah.

Kita memang masih saling menyapa,
melalui pesan dan panggilan suara.
Wajah kalian tampak dekat di layar kaca,
tetapi hangatnya pelukan tak pernah ikut terasa.

Di sini aku belajar banyak hal,
tentang kuat, tentang sabar, tentang hidup yang berjalan.
Namun semakin jauh langkahku mengejar harapan,
semakin besar pula rindu yang kupendam diam-diam.

Kadang aku ingin pulang sebentar saja,
duduk bersama tanpa perlu banyak bicara.
Karena rumah bukan hanya tentang tempat singgah,
tetapi tentang hati yang selalu menerima tanpa lelah.

Aku tahu perpisahan ini sementara,
meski waktu membuat jarak terasa nyata.
Doa kalianlah yang menjaga langkahku tetap ada,
meski dunia terasa berat dan berbeda.

Dan jika suatu hari aku berhasil sampai tujuan,
semua ini akan menjadi cerita perjuangan.
Tentang seorang anak di tanah perantauan,
yang terlihat dekat dalam kabar,
namun jauh dalam pelukan.



Surabaya, 20 mei 2026